sudah lama sekali ga posting something disini…tiba2 aku terpikir bwt nulis something biarpun ngaco, tpi sedikitnya ada tempat buat mencurahkan uneg-uneg di dada ini…
melihat perjalanan hidupku memang penuh liku-liku.. dan sampai saatnya kini aku menjalani kuliah di PT. banyak hal yang aku temui disini, namu, pengalaman disini membuatku seakan menjadi seseorang yang tak punya kemamouan apa-apa. disamping kanan kiriku, didepan belakngku bejibun orang -orang pintar dan cerdas, dan yahhh konsekuensinya seakan-akan aku menjadi no one di kampus ini. kadang aku sempat berfikir kenapa aku masik sini, apakah otakku mumpuni untuk belajar disini. hari demi hari kulalui, aku terjebak dalam ke senangan akan dunia kampus yang cenderung serba mudah. kuliah gratis(cz ada beasiswa), tiap bulan pasti masuk duit dari beasiswa juga, dan pastinya dari orang tua. Meskipu aku hanya minta duit ke orang tua, untuk biaya makan saja(minimal), tapi secara umum kas dompetku berlebih karena adanya beasiswa yang aku terima ditambah lagi biaya kos yang sangat murah karena aku milih tinggal di asrama daripada di kosan. Hal ini lah yang memnyebakan tersa mudah hidup di kampus ini. ketika aku keluar kampus, apakah ilmu yang aku dapat benar2 berguna atau tidak???
apakah aku akan menjadi someone di masyarakat kelak,???
apakah aku akan dapat berguna bagi agama, keluarga dan bangsa???
sungguh pertanyanaan yg jarang aku tanyakan pada diriku sendiri. padahal aku telah berada di ringkat 3 sekarang, mungkin 1,5 tahun lagi aku lulus.
Kini, suka terbersit fikiran untuk kuliah sambil kerja, pernah aku menanyakan pada relasiku untuk mencari tempat bekerja, namun dia tak membalas emailku, mungkin dia sangat sayang…denagn cara tidak memberiku kesempatan bekerja…mungkin dia khawatir jikalau studyku terabaikan….mungkinkah.. akh positif thingking saja.
ketika kulaih ingin rasanya cepat lulus,,biar dapet gaji sendiri, biar bisa beli mobil, biar bisa ini itu,…tujuanku jangka pendek adalah bagaimana bisa mengajak ayah dan ibu tersenyum melihatku, diamana aku jarang sekali melihat beliau tertawa atau tersenyum….Y Allah SWT apa yang harus akau lakukan…. aku sangat mencintai mereka … terbesit fikiran, seandainya mereka telah tiada… betapa malangnya aku, hidup tanpa orang tua…
Y Allah tunjukkan jalanMU, kuatkanlah aku…tuntunlah aku Y Allah…
selama aku kuliah aku merasa lalai denganMU, karena hal ini mungkin ditambah dengan jalur studiku yg tidak berkolerasi dengan jalanMU. tapi…aku sering berusaha untuk terus mengingatMU. namun layaknya orang buta yang tak bisa melihat aku kadang berjalan kesana kemari tanpa arah yang jelas, bertindak semauku, tanpa mengingat bahwa Engakau melihatku terus menerus…Maafkan aku Y Allah….
Hal yang paling sering akau lupakan adalah TUJUAN awal….(…)